بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
1
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
Qul yaa ayyuhal-kaafiruun
"Katakanlah (Muhammad), 'Wahai orang-orang kafir!"
2
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
Laa a'budu maa ta'buduun
"aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,"
3
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
Wa laa antum 'aabiduuna maa a'bud
"dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,"
4
وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ
Wa laa anaa 'aabidum maa 'abattum
"dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,"
5
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
Wa laa antum 'aabiduuna maa a'bud
"dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah."
6
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Lakum diinukum wa liya diin
"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.'"
Makna & Penafsiran
Surah Al-Kafirun (Orang-Orang Kafir) adalah surah Makkiyah yang diturunkan sebagai jawaban tegas atas tawaran kaum musyrik Quraisy yang mengajak Nabi Muhammad ﷺ untuk bertukar sesembahan selama satu tahun.
Menurut Tafsir Ibnu Katsir, surah ini menjadi deklarasi pembebasan dari segala bentuk kemusyrikan. Surah ini mengajarkan prinsip toleransi beragama yang paling fundamental dalam Islam, yaitu larangan untuk mencampuradukkan urusan akidah dan ibadah, yang terangkum kuat pada ayat penutupnya: "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir & Tafsir Al-Jalalayn
Surah Al-Kafirun
Maher Al-Muaiqly